BAB 2 (3) Tiga Rahasia Utama di Balik Bismillah
(a) Niat Suci
Bismillah adalah penyucian niat.
Imam Nawawi berkata:
"Niat adalah ruh dari setiap amal. Tanpa niat, amal menjadi jasad kosong tanpa jiwa."
Mengucapkan Bismillah mengingatkan bahwa setiap langkah adalah ibadah, bukan sekadar rutinitas duniawi.
Contoh realitas:
Seorang dokter muslim yang membaca Bismillah sebelum memegang alat bedah, menjadikan profesinya sebagai ibadah, bukan sekadar pekerjaan.
(b) Energi Ketergantungan
Bismillah mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk lemah.
Allah berfirman:
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,' kecuali dengan mengatakan: 'InsyaAllah.'"
(QS. Al-Kahfi: 23-24)
Bismillah mengingatkan kita: segala rencana hebat tetap bergantung kepada iradah (kehendak) Allah.
Kisah nyata:
Sebuah misi penyelamatan korban bencana di Aceh tahun 2004 dipimpin oleh seorang relawan yang sebelum turun ke medan selalu melafazkan Bismillah dengan penuh tangis — dan timnya selamat dari berbagai bahaya maut yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan strategi.
(c) Aktivasi Bantuan Ghaib
Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menulis:
"Bismillah adalah magnet bantuan Allah. Ia mempercepat datangnya pertolongan yang tak kasat mata."
Banyak mukjizat kecil dalam hidup bermula dari langkah sederhana dengan Bismillah.