BAB 2 Quantum Bismillah
2. Bismillah Pembuka BarakahBismillah Sebagai Pembuka Barakah
Setiap langkah dalam hidup kita dapat dimulai dengan kekuatan yang tersembunyi dalam satu kalimat yang sangat ajaib :
Bismillahirrahmanirrahim
(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ).
Lafaz ini bukan hanya pembuka sebuah doa, tetapi juga menjadi pembuka pintu keberkahan yang luas, yang tidak hanya mencakup dunia, tetapi juga akhirat. Dalam Hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَقْطَعُ"
"Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan Bismillah, maka amal itu terputus dari keberkahan."
(HR. Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Al-Jami’)
Hadis ini mengingatkan kita betapa pentingnya mengawali setiap aktivitas dengan Bismillah untuk memastikan bahwa amal kita terhubung dengan Allah dan diberkahi. Ini adalah ajaran yang mengarah pada kesadaran mendalam bahwa setiap gerakan, setiap langkah, bahkan setiap niat kita, harus dimulai dengan pengakuan atas kebesaran-Nya.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menekankan bahwa Bismillah adalah jembatan yang menghubungkan amal kita dengan langit, mengundang turunnya rahmat Allah pada setiap apa yang kita lakukan. Ia menyatakan:
"بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ جِسْرٌ يَصِلُ العَمَلَ إِلَى السَّمَاءِ وَيَجْلِبُ رَحْمَةَ اللَّهِ فِيمَا نَعْمَلُ"
"Bismillah adalah penghubung antara kita dengan Allah, yang mengundang turunnya rahmat-Nya dalam segala usaha."
(Tafsir Ibnu Katsir)
Makna mendalam yang terkandung dalam kalimat Bismillah tidak hanya berupa lafaz, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha kita harus dilandasi dengan kesadaran akan hadirat-Nya. Dalam setiap aktivitas yang kita mulai dengan Bismillah, kita memohon agar setiap langkah kita diberkahi dan disertai dengan pertolongan-Nya.
Imam Malik, seorang ulama besar dalam sejarah Islam, adalah contoh nyata dari pentingnya melafalkan Bismillah sebelum memulai suatu pekerjaan. Diceritakan bahwa beliau selalu mengucapkan Bismillah sebelum membuka majelis ilmu. Bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi ini merupakan bagian dari usahanya untuk memastikan bahwa setiap ilmu yang diajarkan dan diterima oleh para muridnya diberkahi oleh Allah.
Berkat kebiasaan mulia ini, majelis Imam Malik menjadi ladang berkah yang menginspirasi generasi demi generasi. Ilmu yang diajarkan tidak hanya terbatas pada aspek pengetahuan, tetapi juga keberkahan yang mengalir dalam setiap pertemuan ilmu yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan hadirat Allah.
Berkah, sebagaimana yang dimaksud dalam ajaran Islam, tidak hanya berwujud kelimpahan materi. Barakah adalah rasa cukup, ketenangan batin, keberanian dalam menghadapi cobaan, dan keteguhan hati di tengah badai kehidupan. Semua itu, menurut banyak ulama, berawal dari satu hal yang sederhana namun penuh kekuatan: Bismillah.
Dalam perjalanan hidup kita, seringkali kita merasa tertekan oleh tantangan atau kegelisahan. Tetapi dengan mengingat Bismillah, kita disadarkan untuk kembali kepada Allah, meminta pertolongan-Nya, dan memulai segala usaha dengan niat yang benar. Begitu juga dalam dunia akademis, setiap penelitian, tugas, dan usaha intelektual yang kita mulai dengan Bismillah akan diberkahi, menjadikannya lebih bermakna dan bermanfaat.
Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, sebuah amalan yang tidak dimulai dengan Bismillah hanya akan menjadi rutinitas kosong tanpa kekuatan spiritual. Ia menyatakan:
"كُلُّ عَمَلٍ لَمْ يُبْدَأْ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ خَالٍ مِنَ الرُّوحِ وَالْبَرَكَةِ"
"Setiap amal yang dilakukan tanpa Bismillah adalah amal yang kehilangan ruh dan keberkahan."
(Ihya' Ulumuddin)
Imam Al-Ghazali mengingatkan kita bahwa setiap amal kita haruslah memiliki dimensi spiritual, dan untuk itu, kita perlu menjadikan Bismillah sebagai bagian dari setiap langkah hidup kita. Sebagai pembuka keberkahan, Bismillah adalah pengingat bahwa kita tidak pernah sendirian dalam setiap usaha kita. Setiap langkah yang dimulai dengan Bismillah akan membawa kita lebih dekat kepada rahmat Allah yang luas, menjadikan kita pribadi yang lebih bijaksana, sabar, dan penuh keyakinan.
Barakah yang terkandung dalam Bismillah bukan hanya tentang kelimpahan duniawi, tetapi juga ketenangan hati dan jiwa. Ketika kita menyadari bahwa segala yang kita lakukan adalah atas izin Allah, maka segala kesulitan yang kita hadapi akan terasa lebih ringan. Inilah rahasia besar yang tersembunyi dalam Bismillah—sebuah kata yang jika dipahami dengan sepenuh hati, mampu membawa kita ke dalam kehidupan yang penuh berkah, damai, dan penuh harapan.
Dengan menyelami makna yang lebih dalam dari Bismillah, kita akan merasakan betapa kata yang sederhana ini membawa pengaruh besar dalam hidup kita. Inilah saatnya untuk memulai setiap langkah dengan kesadaran penuh akan keberkahan yang Allah tawarkan melalui kalimat ini. Semoga kita senantiasa diberkahi dan diberikan petunjuk dalam setiap usaha yang kita lakukan, baik dunia maupun akhirat.
Sumber:
Hadis dari Al-Jami' oleh Al-Khatib Al-Baghdadi
Tafsir Ibnu Katsir
Ihya' Ulumuddin oleh Imam Al-Ghazali