BAB 5 (1) Quantum Bismillah di Zaman Para Nabi
Quantum Bismillah di Zaman Para Nabi
a. Nabi Nuh 'alaihis salam
Ketika bahtera besar itu akan berlayar di tengah topan dunia, Allah memerintahkan Nabi Nuh dan pengikutnya:
"وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰيهَا وَمُرْسٰىهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ"
"Dan Nuh berkata: Naiklah kalian ke dalam bahtera itu dengan menyebut nama Allah saat berlayar dan saat berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Hud: 41)
Refleksi:
Lautan yang mengamuk tunduk karena dihadapi dengan Bismillah.
Demikianlah, badai kehidupan pun akan menjadi jinak dengan kekuatan yang sama.
b. Nabi Sulaiman 'alaihis salam
Ketika mengirim surat kepada Ratu Saba', beliau membuka surat itu dengan lafaz agung:
"إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ"
"Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan isinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
(QS. An-Naml: 30)
Refleksi:
Diplomasi kerajaan besar pun bermula dengan Bismillah, menundukkan kesombongan duniawi menjadi ketundukan kepada Allah.